Kamis, 12 Agustus 2010

Merubah Pola Pikir

65 tahun usia kemerdekaan negeri kita, seharusnya kesejahteraan dan kemakmuran sudah bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Tetapi pada kenyataannya ketimpangan dan kesenjangan kesejahteraan di masyarakat masih banyak kita jumpai di setiap aspek kehidupan rakyat Indonesia. Bukan hanya di desa-desa terpencil, di daerah perkotaan kesenjangan itu masih banyak kita dapati.

Pertanyaan mendasar: kenapa kesenjangan tersebut bisa terjadi?

Jika dilihat lebih detail hal tersebut terletak di unsur manusianya itu sendiri, yaitu masyarakat yang masih memiliki “pola pikir” yang terkungkung. Pola pikir yang terkungkung oleh latar belakang pendidikan yang minim, bekal keterampilan yang tidak mencukupi, dan arus informasi yang kurang. Dengan adanya hambatan tersebut mengakibatkan daya kreasi dan daya saing untuk meraih kemakmuran jadi sangat terbatas.

Guna mempercepat pembangunan kemakmuran di daerah-daerah tertinggal, sasaran utamanya adalah merubah pola pikir masyarakat itu sendiri. Dengan perubahan pola pikir, diharapkan masyarakat mampu mandiri dalam mencapai kesejahteraan dan kemakmuran. Hal tersebut dapat terwujud dengan cara:

Pendidikan

Pemerataan pendidikan di seluruh Nusantara merupakan satu jalan yang harus bisa dinikmati seluruh masyarakat Indonesia. Semakin tinggi jenjang pendidikan seseorang, semakin merangsang orang tersebut untuk mempelajari hal-hal baru yang pada akhirnya menciptakan perubahan pola pikir dan merangsang etos kerja yang baik. Jadi pendidikan yang berkualitas harus bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, baik dari ibu kota sampai pelosok negri.

Keterampilan

Kemampuan seseorang untuk menghadapi tantangan terletak pada keterampilan orang tersebut menghadapi dan menyelesaikan masalah yang dihadapi. Pembekalan keterampilan sangat penting dilakukan jika kita ingin mengadakan perubahan di masyarakat. Seorang petani harus memiliki keterampilan bertani yang baik dan benar. Seorang peternak harus memiliki keterampilan teknik beternak yang efektif. Demikian juga dengan jenis-jenis keterampilan yang lain harus dengan mudah bisa di akses oleh masyarakat, sehingga masyarakat memiliki kemampuan untuk bersaing dan mengembangkan dirinya.

Informasi

Dewasa ini informasi sudah menjadi kebutuhan pokok, tetapi pada kenyataannya masih banyak daerah-daerah yang terisolir dari dunia luar. Masyarakat yang terputus informasinya akan menjadi masyarakat yang statis dan monoton. Masyarakat yang tidak akan pernah berubah yang pada akhirnya akan tertinggal oleh daerah lain.

Ketiga hal di atas akan berjalan dengan lancar jika pemerintah ikut ambil bagian serta melibatkan kalangan dunia usaha dan masyarakat. Peran pemerintah menjadi regulator dan penyedia fasilitas yang tidak mungkin dipenuhi oleh non pemerintah.

Dengan perubahan “pola pikir” di masyarakat, maka perubahan-perubahan yang diprogramkan akan dengan mudah dilaksanakan dan diterima dengan baik, yang pada akhirnya masyarakat akan mampu mengembangkan potensi lokal demi kemakmuran bersama. Kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia dapat dinikmati secara aman, adil, dan demokrasi. Indonesia makmur raya bukan lagi slogan, tetapi cita-cita yang akan di raih dan diwujudkan oleh pemerintah, pengusaha, dan masyarakat.

Jaenis Wahju Djatmiko, ST.


0 komentar:

Posting Komentar

Berikan Komentar anda agar Blog ini lebih bermakna.

Contact

Talk to us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Dolores iusto fugit esse soluta quae debitis quibusdam harum voluptatem, maxime, aliquam sequi. Tempora ipsum magni unde velit corporis fuga, necessitatibus blanditiis.

Address:

9983 City name, Street name, 232 Apartment C

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

595 12 34 567





PARIWARA

PKBM YASEMA
Pusat Remaja YASEMA
Jasa Buat Blog
Pesan Pasang Iklan
Pesan Disini!
Blog     Gambar     Video     Berita    
Topik Pilihan : Puisi Buat Guru     Pedoman BKR     Generasi Berencana     Terlambat Datang Bulan     Posisi Sex