Kamis, 12 Agustus 2010

Memberdayakan Komunitas

Mengapa Memberdayakan Komunitas?
Saat kita menggunakan kata-kata, kita sering menyampaikan arti-arti yang tidak kita maksud, atau arti-arti yang kita tidak tahu bagaimana menyampaikan. Ada perasaan emosi dan asumsi yang terkait dengan kata-kata yang kita gunakan.

Misalnya kata "kemiskinan" Dalam industri perwakilan (pembantu daripada perkembangan), kita sering melihat diri kita sebagai prajurit dalam "perang" melawan kemiskinan. Kemiskinan adalah yang kita ingin kalahkan. Namun apakah kebalikan dati kemiskinan? Kekayaan. Entah bagaimana, kita tidak ingin mengakui bahwa kita adalah "prajurit dalam perang membela kekayaan." Mengapa?
Karena sementara kemiskinan dan kekayaan berlawanan secara teknis, ada banyak asumsi, perasaan emosi dan nilai-nilai tersembunyi yang terkait pada kedua kata itu, dan semua itu tersampaikan bersama arti mereka yang terbuka. Entah bagaimana, menolong orang miskin tidak mengapa secara moral, tetapi kita tidak selalu suka menyimpan pemikiran sadar kita bahwa kita membantu mereka untuk mendapatkan kekayaan.

Modul tentang penghasilan pemasukan lebih dapat diterima jika dinamai "penghasilan pemasukan" daripada "penghasilan kekayaan" walaupun "kekayaan" adalah istilah ekonomi yang lebih tepat. (dimana tujuannya adalah untuk menghasilkan kekayaan daripada hanya mengirim uang). istilah "kekayaan" memiliki perasaan emosi yang menggambarkan kekayaan berlimpah.

Kemiskinan adalah sebuah masalah karena ada perbedaan diantara kekayaan; beberapa orang memiliki lebih banyak dari yang lain. Jika kesetaraan yang murni adalah mungkin (yang mana tidak, anda mungkin akan senang untuk belajar), dan kemiskinan bukanlah suatu masalah.

Terkait erat dengan "kekayaan" adalah "kekuasaan" dan "kekuatan." Jadi, saat kita ingin memperbaiki keadaan mereka yang berada dalam kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, miskin, dan tertepi, kita ingin agar mereka memiliki kekayaan, kekuatan, dan kemampuan lebih.

Tapi tidak terlalu banyak.
Memang baik jika (kita berpikir) untuk membantu kaum miskin, tapi (keinginan tersembunyi) yang kita miliki adalah tidak menginginkan mereka untuk menjadi kaya, atau setidaknya kita tidak mau mereka menjadi sama kayanya dengan diri kita. Kita tidak mau mengakuinya.
Contoh kata lain yang pada masa kini sering dimuat dengan perasaan emosi adalah "demokrasi". Ternyata, kita sangat mendukung istilah ini.

Tapi, apakah itu benar?
Saat kita melihat secara mendalam pada arti demokrasi, ternyata kita tidak selalu mendukungnya, apalagi jika istilah tersebut berarti harus menyerahkan sebagian dari kekuasaan relatif kita (atau kekayaan, atau kemampuan).

Kebanyakan orang yang mengatakan bahwa mereka mendukung demokrasi, sebenarnya mereka mendukung seperangkat institusi yang mengijinkan rakyat untuk memberi suara pada kandidat, mendorong mereka yang mendapat pilihan terbanyak pada kekuasaan, mengijinkan mereka untuk mewakili rakyat. Ini adalah "demokrasi perwakilan." Istilah ini hampir menjadi kontradiksi satu sama lain. Arti dari "demokrasi" adalah "Kekuasaan mikil rakyat" (demo = rakyat, cracy= kekuasaan). Proses pemilihan suara untuk para perwakilan mengambil kekuasaan dari rakyat dan memberikannya kepada pemenang pemilihan suara.

Saat kita mengata kan kita ingin memberdayakan sebuah kelompok masyarakat, yang kita maksud adalah kita ingin mendemokratisasinya . Ini tidak berarti kita ingin mereka memiliki suara untuk memilik perwakilan mereka (seperti contoh politik Inggris atau Amerika) Ini berarti kita ingin rakyat (bukan hanya individual) sebagai suatu kesatuan (secara kolektif) untuk memiliki kekuasaan. Kita ingin menemukan cara-cara agar kelompok masyarakat memiliki lebih banyak kekuasaan, kekayaan dan kemampuan.

Maka dari itu, kelompok masyarakat yang paling layak mendapatkan bantuan kita adalah yang memiliki kekuasaan, kekayaan dan kemampuan terkecil.
Dan kita harus sadar akan keinginan tersembunyi kita untuk mempertahankan mereka agar tetap miskin, tak berkuasa, dan tak berkemampuan hanya agar kita akan tetap dapat memberi sumbangan kita. Jika kita sunggu ingin memberdayakan mereka, kita harus melakukannya dengan cara yang membuat mereka bebas dari sumbangan kita, agar mereka dapat mengandalkan diri sendiri. agar mereka dapat mempertahakan perkembangan mereka sendiri tanpa bantuan kita. Keinginan kita akan kekayaan dan kekuasaan adalah normal dan alami. Kita tidak perlu merasa malu karenanya. Tetapi, kita harus mengingat bahwa dalam keinginan kita untuk membantu orang miskin dan tak berkekuasaan, kita tidak melakukannya dengan cara-cara yang dalam jangka panjang akan membuat mereka tetap miskin dan tidak berkekuasaan --- dan tergantung pada kita.

Dokumen-dokumen pelatihan pada situs ini ditujukan terutama kepada penggerak kelompok masyarakat, dan menitikberatkan metode-metode dan teknik-teknik daripada teori atau ideologi. Namun, untuk menggunakan metode-metode ini secara efektif, kita harus sadar akan alasan-alasan yang ada dibelakangnya, prinsip apa yang teraplikasi, dan apa saja pengaruhnya dalam jangka panjang. Yang penting adalah, kita harus sering meneliti motif-motif kita dan kegunaan dari yang kita lakukan.


Menjadi lebih kuat melalui Latihan:

Banyak kali pada situs ini, lebih baik anda menggunakan pendekatan yang terlihat memberdayakan, daripada pendekatan-pendekatan yang menyebabkan ketergantungan.
Terkadang kita menggunakan istilah "pendekatan sumbangan" untuk menamai penghasilan ketergantungan metode-metode pemberian bantuan. Sumbangan sendiri bukanlah hal buruk, jika berdasarkan kebajikan, sebuah nilai yang kita dukung penuh.

Namun, apa yang kita maksud dengan "pendekatan sumbangan," merupakan sebuah cara untuk membantu orang miskin dan tidak berkuasa yang tidak membantu mereka untuk mengandalkan diri mereka sendiri. Pemberian-pemberian yang membuat penerima menjadi lebih bergantung kepada pemberi, bukanlah benar-benar murah hati. Mereka mempertahankan kemiskinan. Mereka mempertahankan posisi pemberi sebagai pemberi. Jika anda memberikan sesuatu kepada seseorang atau kelompok yang memerlukan, anda akan memenuhi kebutuhan mereka secara sementara. Anda bisa yakin bahwa saat mereka kembali memerlukan, mereka akan kembali pada sumber tempat mereka mendapatkan bantuan untuk pertama kalinya.
Ini tidak buruh; ini sifat dasar manusia, atau sifat dasar mempertahankan diri yang dimiliki mahluk hidup manapun.
Jika anda ingin agar orang atau kelompok tersebut mengandalkan diri mereka sendiri, pertama-tama anda harus yakin bahwa mereka menginginkan sesuatu. Lalu anda harus menemukan cara agar mereka bekerja atau berjuang untuk mendapatkannya, agar saat mereka memerlukannya lagi mereka tidak datang meminta-minta. Jika mereka ingin mendapatkan sesuatu secara gratis, mereka akan tahu bahwa hal itu senilai dengan setiap peser yang mereka keluarkan.

Beberapa kali pada situs ini, anda akan melihat perbandingan olahraga yang menjelaskan metode pemberdayaan. Seorang pelatih tidak melakukan push-up untuk sang atlit, dan pelatih juga tidak berlatih melempar bola basket ke dalam ring untuk pemain bola basket. Seseorang yang akan menjadi lebih kuat dan lebih berkompeten harus melakukan sesuatu.

Perbandingan lain dapat ditemukan di bidang fisioterapi. Jika anda terluka dan kehilangan fungsi lengan anda, anda akan pergi ke seorang ahli fisioterapi untuk meminta bantuan. Sang ahli fisioterapi mungkin akan menggerakkan lengan anda dengan perlakuan yang sama seperti anda memerlukan lengan anda untuk bergerak, tetapi itu hanya menunjukkan anda dimana lengan anda harus dilatih Anda harus melatih menggerakkannya sendiri, dan itu adalah proses yang sakit dan tidak nyaman. Anda perlu untuk membaik. Hasilnya adalah anda mendapatkan kekuatan anda kembali, dan tidak lagi memerlukan jasa ahli fisioterapi.
Jika pelatih melakukan push up untuk atlit, sang atlit tidak menjadi lebih kuat. Jika ahli fisioterapi melakukan latihanuntuk pasien, sang pasien tidak menjadi lebih kuat. Kelemahan.

Pendekatan pemberdayaan kepada kelompok masyarakat adalah dimana anda harus pertama-pertama menentukan bahwa kelompok masyarakat menginginkan sesuatu (seperti yang di temukin pada sesi gagas pendapat) lalu menunjukkan kepadaanggota kelompok masyarakat bagaimana mendapatkannya. Proses dari mereka mendapatkannya adalah latihan (perjuangan) yang menguatkan mereka.


Mengapa memilih kelompok masyarakat untuk diberdayakan?

Jika tujuan dari mobilisasi kelompok masyarakatadalah untuk meningkatkan kekuatan, kekayaan dan kemampuannya, mengapa anda memilih untuk memobilisasi sebuah kelompok masyarakat, tetapi tidak yang lain?
Dunia ini bukanlah tempat yang adil. Ada ketidaksetaraan. Ada perselisihan. Ada kekejaman terhadap umat manusia, oleh manusia. Hidup tidak adil. Kita butuh tujuan dalam hidup. Mencoba memperbaiki kesalahan-kesalahan di dunia ini; mencoba membantu kaum miskin untuk menjadi mandiri dan terlepas dari kemiskinan, adalah sebagian dari tujuan tujuan itu. Hanya mencoba untuk memperkaya diri kita sendiri adalah tujuan utama dari sebagian orang, tetapi itu adalah tujuan sangat dangkal dan tak berisi (semakin kaya seseorang, semakin banyak yang mereka inginkan; tidak akan ada kepuasan). Tidak ada bukti, ataupun harapan bahwa dunia akan menjadi lebih adil, bahwa kemiskinan akan tersingkirkan. Melainkan, perselisihan demi mengentaskan kemiskinan adalah tujuan yang berimbalan.

Maka kita dapat menghabiskan tenaga kita mencoba memobilisasi dan memberdayakan sebuah kelompok masyarakat yang kaya atau cukup kaya, tapi itu memiliki tujuan yang lebih kecil daripada mencoba untuk membantu sebuah kelompok masyarakat untuk menjadi lebih kuat. Metode yang dijelaskan pada situs ini dapat diaplikasikan kepada kelompok masyarakat yang kaya atau yang miskin.
Memilih untuk bekerja bersama kelompok masyarakat ang miskin bisa menjadi cara untuk meletakkan lebih banyak tujuan dalam hidup ini. Memilih sebuah kelompok masyarakat hanya karena itu tempat dimana anda lahir memang pantas, tapi kurang bertujuan.

Dokumen pada situs ini dirancang terutama untuk diapliaksikan pada kelompok-kelompok masyarakat yang berpenghasilan kecil, berkemampuan dan berdaya rendah. Menulis pada mereka memiliki tujuan; tidak ada uang yang didapatkan dari menaruh mereka di internet. Ini adalah elemen (regimen? amunisi?) dalam perang melawan kemiskinan.

Sebagian orang suka mengutip: "Sumbangan harus mulai dari rumah." Mereka sering mengatakan ini untuk membenarkan kegiatan pengumpulan dana uang untuk menyebarkan selebaran pada fakir miskin dalam kelompok masyarakat tempat mereka berasal (yang tidak mengakhiri kemiskinan mereka, seperti yang kita ketahui). Sayangnya, orang-orang seperti ini sering percaya bahwa hal ini tidak hanya harus dimulai dari rumah; tapi juga harus berakhir disana. Sungguh pikiran yang dangkal dan mementingkan diri senditi.

Seluruh dunia mempunyai umat manusia didalamnya. Kita semua berhubungan. Kita semua adalah satu keluarga umat manusia. Orang yang berada jauh, di dalam kelompok masyarakat yang terisolasi, adalah saudara kita. Jika kita membantu mereka, kita mempunyai tujuan dalam hidup. Jika kita membantu emreka, kita harus berkonsentrasi dalam membantu emreka untuk menjadi mandiri dari sumbangan kita, mampu untuk membantu diri mereka sendiri di kemudian hari.

Hika kita mempunyai pilihan kelompok masyarakat untuk mengaplikasikan kemampuan kita sebagai pengerak, itu akan lebih berarti (dan akan menimbulkan efek yang lebih hebat) untuk memilih kelompok masyarakat dengan penghasilan terendah, yang memiliki lebih sedikit kekuasaan dan kemampuan.
Pemberdayaan sebagai Proses Sosial:

Pada beberapa bagian dari situs ini, kami menunjukkan bahwa kemiskinan adalah masalah sosial, dan bertolak belakangan dengan masalah perseorangan yakni kekurangan uang tunai atau hal-hal lain. Kita harus membedakan tingkat sosial dan tingkat individu, dalam analisa kita, dalam observasi kita, dan dalam intervensi kita.

Kelompok masyarakat adalah organisasi sosial, dan bukan seorang individu. Ia jauh melebihi koleksi individu. Ia adalah suatu kesatuan, terkadang disebut superorganik," yang melebihi individu-individu yang menyusunnya pada waktu tertentu.
Mudah utuk melihat dan berinteraksi dengan seorang individu. Sebaliknya, sebuah "kelompok masyarakat," adalah model ilmiah, seperti atom atau tata surya, yang dapat dilihat kebanyakan hanya sebagian saja, tapi tidak secara keseluruhan. (Anda tahu cerita tentang tujuh orang buta dan seekor gajah). Sebuah kelompok masyarakat tidak bertingkah laku seperti seorang individu.
Terkadang kita menganthropomorphisasi suatu kelompok masyakat (menganggapnya dan membicarakannya seperti seorang individu) tetapi ia lebih seperti amoeba sosial daripada seorang individu manusia.

Kita dapat membuat individu-individu menjadi lebih kuat (secara fisik dan psikologis) adn kita bisa membuat kelompok masyarakat menjadi lebih kuat (kemampuan, kekayaan, kekuasaan); semua ini tidak sama. Dalam pekerjaan kita sebagai penggerak, kita harus berhati-hati untuk menghindari prediksi dan asumsi tentang kelompok masyarakat seakan-akan mereka adalah individu, pemikiran, manusia. Memang mudah, tapi salah jika kita berpikir seperti itu,

Sementara anda, sebagai penggerak, dapat melihat para individu, dapat bekerja dengan para individu, sasaran anda andalah kelompok masyarakat, sebuah organisasi sosial, yang tidak dapat anda lihat dalam totalitasnya, dan dengannya anda harus bekerja secara tidak langsung.
Oleh karena itu, untuk menjadi berhasil dalam memberdayakan kelompok masyarakat, sungguh penting bagi anda untuk mengerti dasar dari organisasi sosial, tingkat sosial, dan masyarakat. Juga penting bagi anda untuk mengetahui tentang hubungan antara individu, atau para individu, dan kelompok masyarakat, dan masyarakat.
Sementara situs ini mencoba untuk meminimalisasi teori dan ideologi, dan mencoba untuk menitikberatkan panduan-panduan praktis, metode dan teknik, situs ini juga mendorong anda untuk mempelajari tentang ilmu sosiologi, dasar-dasar kelompok masyarakat sebagai organisasi sosial, dan perspektif sosiologis, agar dapat mengerjakan pekerjaan anda secara lebih efektif.

Tapi ingat bahwa sosiologi tidak bisa sangat telpat dan sangat prediktif seperti, contohnya, kimia atau astronomi, karena faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial terlalu banyak. Hal ini juga semakin susah karena sebagai organisasi sosial, seperti kelompok masyarakat atau organisasi non-profit, adalah suatu susunan, sebuah model, yang tidak dapat anda lihat secara langsung.
Biar bagaimanapun, anda perlu menentukan tujuan karier anda untuk belajar lebih banyak tentang pandangan sosial, dan untuk mengembangkan bakat-bakat dalam mengerti elemen-elemen sosial yang dibuka oleh indikator-indikator yang dapat anda lihat, termasuk tingkah laku para individu, statistik sosial dan ekonomi, kejadian-kejadian tertentu, dan data demografis. Untuk membantu anda melakukannya, ada dua modul yang mengidentifikasi enam belas elemen dari pemberdayaan. Ada yang terfokus terutama pada pengembangan kemampuan sebuah organisasi (seperti NGO atau CBO), dan yang lain terfokus terutama pada mengukur meningkatnya (atau menurunnya) kemampuan sebuah kelompok masyarakat. Keenambelas elemen tersebut, yang kebanyakan tidak dapat dilihat kecuali melalui karakteristik daripada para individu, akan membantu anda untuk secara berhati-hati dan dengan mendetail melihat proses pemberdayaan sebagai sebuah proses sosial.


Kenapa partisipasi?

Memberdayakan sebuah kelompok masyarakat bukalah sesuatu yang bisa anda lakukan kepada keompok masyarakat tersebut. Karena proses pemberdayaan, atau pengembangan kemampuan, adalah proses sosial, hal itu adaah sesuatu yang harus dialami oleh kelompok masyarakat itu sendiri. Bahkan para anggota kelompok masyarakat, sebagai individu, tidak bisa mengembangkan kelompok masyarakat mereka, ini adalah proses pertumbuhan daripada kelompok masyarakat secara kesatuan, secara internal, sebagai suatu organisme (organisme besar atau organisme sosial).

Mencoba untuk memaksa pertumbuhan, mecoba untuk memaksakan perubahan sosial, disebut teknik sosial, dan memiliki efek-efeknya, tapi biasanya efek-efek yang jauh dari apa yang anda inginkan. Metode kami adalah untuk menstimulasi kelompok masyarakat untuk mengambil tindakan.
Kita sering menyebut tindakat tersebut sebagai "proyek." Dengan mengerjakan proyek, kelompok masyarakat akan menjadi lebih berdaya, mengembangkan kemampuan yang lebih. Tindakan yang diambil adalah latihan untuk kelompok masyarakat menjadi lebih kuat.

Kita sudah mengetahui sebelumnya bahwa seseorang harus berjuang untuk menjadi lebih kuat. Metode dasar dari seorang penggerak kelompok masyarakat pertama-tama adalah untuk menentukan apa yang diinginkan oleh suatu kelompok masyarakat sebagai suatu kesatuan, lalu memandunya dalam berjuang untuk mencapainya.

Pihak luar tidak bisa memutuskan apa yang kelompok masyarakat inginkan. Para anggota kelompok masyarakat harus menyetujui apa yang mereka semua paling inginkan. Itu adalah alasan pertama dari beberapa alasan mengapa mereka perlu ikut serta dalam pengambilan keputusan; bahwa partisipasi diperlukan terlebih dahulu untuk menentukan apa yang paling mereka inginkan.
Sesi gagas pendapat adalah salah satu dari beberapa teknik yang diajarkan pada situs ini yang membantu anda untuk menguraikan prioritas mereka. Jika dilakukan dengan benar, ini adalah proses yang menentukan pilihan bersama, bukan pilihan dari sebagian orang, atau faksi dominan.
Selanjutnya adalah keputusan strategi, atau jalur mana yang akan diikuti agar mencapai tujuan yang diutamakan. Selain itu, ada cara-cara yang berbeda untuk memilih sebuah strategi, tapi semakin ia menunjukkan kemauan kelompok masyarakat secara kesatuan, semakin berlaku cara itu. Partisipasi mereka sangat penting untuk keberhasilan.

Proyek apapun itu, harus ada masukan dan hasil produksi. Masukan adalah bahan-bahan yang diasup ke dalam proyek. Hasil produksi atau output adalah sebuah sasaran jika direalisasikan. Sementara beberapa masukan atau input bisa datang dari para donor dari luar, termasuk pemerintah, tapi kelompok masyarakat sendiri, para anggotanya juga harus memberikan pengorbanan. Sama halnya dengan keikutsertaan dalam pengambilan keputusan, kami menganjurkan agar mereka juga memberikan kontribusi berupa bahan, sebagai masukan.

Pengawasan juga merupakan elemen penting dari sebuah proyek, tapi terkadang terlewati. Kelompok masyarakat juga harus ikut serta dalam mengawasi proyek tersebut. Para anggota tidak diperbolehkan meninggalkannya hanya pada pihak luar - donot dan pelaksana - untuk melihat apakah proyek berjalan sesuai rencana.

Dalam proses melaksanakan proyek, para anggota kelompok masyarakat dapat mengidentifikasi kemampuan-kemampuan mereka yang kurang. Ini bisa mencakup bidang akuntansi, peliputan atau teknis. Jika anda bisa membantu mereka mendapatkan pelatihan kemampuan-kemampuan tersebut, kami menganjurkan agar pelatihan juga melibatkan keikutsertaan. Bahwa orang belajar terbaik dengan "melkukan" daripada mendengarkan pengajaran atau menyimak presentasi.

Pendekatan-pendekatan yang melibatkan keikutsertaan dianjurkan sepanjang proses pemberdayaan Keikutsertaan turut menyumbang pada kekuatan.


Perkembangan Nasional:

Tahun lima puluhan dan enam puluhan (dan selanjutnya) menyaksikan berakhirnya jaman penjajahan bagi banyak negara baru. Harapan menjadi tinggi sehingga juga mungkin berarti akhir dari kemiskinan seraya negara-negara menjadi lebih mandiri dan lebih kuat.
Kenyataannya sungguh berbeda, dan kekecewaan menggantikan optimisme sementara kemiskinan dan angka jumlah kaum miskin tumbuh. Ada banyak alasan sejarah dibelakangnya, neo-kolonialisme, perusahaan-perusahaan multinational masing-masing menjadi lebih kuat dan lebih kaya dari negara-negara, globalisasi kebudayaan korporasi, kurangnya keahlian dan pengetahuan oleh para pemimpin, dan seterusnya. Setiap orang memiliki teori yang disukainya.

Dalam Faktor-faktor Kemiskinan, Kita membedakan antara (1) sebab-sebab sejarah dan (2) faktor-faktor yang membuat masalah tetap ada. Ini mempunyai maksud yang praktis. Kita tidak bisa kembali ke sejarah masa lalu dan mengubah kejadian-kejadian. Kita dapat melihat faktor-faktor saat ini, dan memiliki sejumlah pengaruh, sekecil apapun, pada mereka. The training on the web site is aimed primarily at the community mobilizer (and her or his manager, planner, programmer and administrator).
Pada modul gender, kita mengutip, "Berpikir secara global, bertindak secara lokal." Ini juga berlaku disini. Bagaimana kita dapat berkontribusi pada sebuah bangsa yang kuat, mandiri dan merdeka? Jika negara itu mempunya kelompok-kelompok masyarakat yang kuat, mandiri dan mampu, maka negara itu akan menjadi lebih kuat.

Anda, sebagai penggerak, (melalui kerja anda) tidak bisa secara langsung mengubah ciri-ciri nasional dari sebuah negara, tapi anda bisa berkontribusi pada satu atau beberapa kelompok masyarakat untuk menjadi lebih kuat. Juga, dengan mengajarkan metode-metode dan teknik-teknik ini kepada sesama, anda dapat berkontribusi secara tidak langsung kepada kelompok masyarakat lainnya untuk menjadi lebih kuat. Anda mungkin juga bisa mempengaruhi direksi dan peraturan-peraturan legislatif dan kementrian dengan cara yang akan berkontribusi kepada lingkungan yang mempromosi dan mendukung kelompok-kelompok masyarakat yang kuat dan mandiri. Sementara semaki banyak kelompok masyarakat menjadi lebih kuat, negara mendapatkan keuntungan.

Joseph Marie de Maistre pernah menulis, "Toute nation a le gouvernement qu'elle merite" (Setiap negara memiliki pemerintahan yang ia layak miliki) Lettres et Opuscules Inedits (vol. I, huruf 53), terkadang salah dikaitkan dengan presiden Amerika Serikat kedua, Thomas Jefferson. Jika anda bekerja untuk mendapatkan masyarakat yang anda inginkan, anda akan berkontribusi untuk mendapatkan pemerintahan yang layak anda miliki.

Perkembangan nasional tidak akan terjadi jika melalui pemikiran yang penuh harapan atau melalui debat. Perkembangan nasional muncul sebagai hasil dari ratusan atau ribuan perubahan-perubahan kecil yang stabil yang berdasarkan kerja keras dari orang banyak yang memiliki tujuan. Anda bisa menjadi salah satu diantara mereka, dan situs ini memberikan anda alat-alat yang dapat digunakan untuk memulai kerja keras tersebut.
Temukan yang Terbaik dan Perlengkapilah:

Sebuah sikap yang positif denga optimisme dan kemauan untuk terus mencoba bukan hanyalah hiasan dari kerja ini. Hal-hal tersebut adalah kebutuhan.
Tidak ada orang, kelompok masyarakat, atau masyarakat yang sempurna. Kita semua melakukan kesalahan. Jika anda menghabiskan waktu dan tenaga dengan mengkritik, anda akan menitikberatkan pada kesalahan yang anda kritik, dan menepis perbaikannya. Anda akan bertemu dengan orang-orang yang membuat janji dan gagal memenuhinya, orang-orang yang tidak melaksanakan tanggung jawab dari persetujuan, orang-orang yang berbohong dan bermain curang, orang-orang yang tidak berada pada tempatnya, tidak efisien dan tidak tepat, orang-orang yang tidak jujur dan rancu. Sejak saat anda lahir, tidak ada yang menjanjikan bahwa hidup adalah adil. Itulah adanya.

Agar berhasil dalam kerja seperti ini, anda membutuhkan sebuah sikap yang positif dan anda perlu menerima kegagalan-kegagalan yang tidak dapat dihindari, dan mau untuk bertahan, bahkan setelah kegagalan.
Untuk mendapatkan yang terbaik dari orang-orang, anda perlu tidak hanya melihat tapi juga menyebutkan kelemahan-kelemahan dan kegagalan-kegagalan mereka, anda perlu mengakui kekuatan-kekuatan dan pencapaian-pencapaian mereka, dan anda perlu memberitahu mereka bahwa anda mengharapkan yang terbaik dari mereka.
Bangunlah kekuatan, bukan kelemahan.


Kesimpulan:

Mengapa membantu kelompok-kelompok masyarakat untuk menjadi lebih kuat? Dunia ini akan menjadi tempat yang lebih baik; kemiskinan akan berkurang; bekerja untuk usaha yang berarti ini. Apakah metode pemberdayaan? Menyumbang (memberi secara gratis) melemahkan kelompok masyarakat. Kelompok masyarakat akan menjadi lebih kuat saat mereka memutuskan apa yang mereka inginkan, dan bekerja untuk mendapatkannya.

Kelompok masyarakat mana yang harus anda pilih untuk dibantu untuk menjadi lebih mandiri? Pilih yang paling memerlukan, paling miskin, yang berkemampuan paling rendah, yang memiliki kekuasaan paling kecil.
Mengapa kemiskinan dan perkembangan tidak bisa hanya diaplikasikan pada para individu? Kemiskinan adalah masalah sosial dan memerlukan solusi sosial.
Perkembangan tidak mungkin terjadi kecuali ia mempengaruhi seluruh kelompok masyarakat. Mengapa para anggota kelompok masyarakat harus ikut serta dalam perkembangan? Tanpa ikut serta mereka, tidak akan ada perkembangan, dan perbaikan apapun tidak akan bertahan.

Mengapa tidak bekerja untuk perkembangan nasional? Bersamaan dengan menguatnya kelompok masyarakat, mereka berkontribusi pada perkembangan nasional yang murni.' Anda sebagai penggerak dapat bekerja secara praktis dalam membantu kelompok masyarakat menjadi lebih kuat, sementara bekerja dengan negara-negara secara langsung kurang dapat dilaksanakan.

Bagaimana dengan kekecewaan, orang yang tidak jujur dan para individu yang bermain curang? Pendekatan positif adalah suatu keharusan untuk pekerjaan kelompok masyarakat; menerima kegagalan dan melewatinya; menerima kenyataan bahwa kita semua melakukan kesalahan kemudian menghindari kritik dan memupuk kekuatan.

Kerja anda adalah terhormat dan bernilai, walaupun tidak dikatakan.

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan Komentar anda agar Blog ini lebih bermakna.

Contact

Talk to us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Dolores iusto fugit esse soluta quae debitis quibusdam harum voluptatem, maxime, aliquam sequi. Tempora ipsum magni unde velit corporis fuga, necessitatibus blanditiis.

Address:

9983 City name, Street name, 232 Apartment C

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

595 12 34 567





PARIWARA

PKBM YASEMA
Pusat Remaja YASEMA
Jasa Buat Blog
Pesan Pasang Iklan
Pesan Disini!
Blog     Gambar     Video     Berita    
Topik Pilihan : Puisi Buat Guru     Pedoman BKR     Generasi Berencana     Terlambat Datang Bulan     Posisi Sex